Yolody's Room

Sunday, May 16, 2010

3 Idiots



Pro-M DKI bergaya sebelum nonton. Dekor di-set seperti home studio dengan kasur-kasur digulung jadi bantal. Thanks to decor team BDI :)
Photo: Adi (fotografernya sombong, gak mau ikutan foto) :p


Hari ini , PRO-M DKI mengadakan movie screening "3 Idiots". Pagi-pagi di rumah gue menggoreng popcorn (gorengan pertama gosong song song). Denny datang membantu (baca: gerecokin), karena rencananya dia mau ikutan nonton bareng.

Datang ke Jalan Padang, menonton, sharing soal film, Denny got his interest dan katanya anak-anak BDI kreatif. Gue bercerita sedikit tentang kegiatan keseluruhan di BDI, mulai dari acara Bintang, GM, Pro M, Lansia, dan kensyu-kensyu.


Senang sekali acara movie screening lumayan sukses, melihat hujan deras dan kekhawatiran akan jumlah peserta sedikit.. Tapi nyatanya banyak juga karena semakin lama, makin banyak yang datang, mencapai 50 :). Selain itu antusiasme anak-anak dalam sharing cerita filmnya juga tinggi. Haru, lucu, sedih, persahabatan, cinta dan hal-hal lainnya di film itu sangat menginspirasi. Nggak percuma Imelda nonton tiga kali ya.he he.. So, Riny, Icil, Imelda, Uci, Hadi, CK, kapan kita rayakan di soto kudus? atau hari Jumat nanti di Central Park? :p

Sorenya, Denny nemenin gue sembayang di kuil. Dia penasaran dengan kuil. Di taksi, di jalan pulangmenuju rumah gue, dia nggak berhenti bertanya karena Mr. Curiousity-nya. hehe..

Denny: Basic ajaran agama loe apa?
Gue: Hmm.. (waduh, gue nggak ahli nih) gue percaya alam semesta, yang hukum dasarnya sebab akibat. Makanya sangat diajarkan tentang cinta tanah air.
Denny: Kalau gue kan percaya surga. Kalo lo?
Gue: Nggak ada bentuk tempat seperti surga. Adanya yang namanya lahir kembali..jadi ketika..
(supir taksi memotong)
Supir: neng, belok sini?
Gue: Bukan, tunggu ada MCD dulu.. Oh ya, tadi sampe mana?
Denny: Ya lahir kembali..
Gue: Ohya, ya hidup nggak ada awal dan akhir, dan kehidupan sekarang nentuin hidup selanjutnya.
Denny: Hm,, ada acara buat pemula ga? gue mau ikut dong
Gue: ya, yang di megamendung..
Denny: Gue bukannya mau pindah agama, tapi interest aja.. Kalau pindah urusan nanti lah,kyknya sih nggak mungkin, orang tua gue gimana?
Gue: (ketawa) Yah,, banyak kok yang kasus begitu :) gue juga nggak bermaksud hard selling ke loe, gak ada gitu-gituan. Lo yang rasain sendiri lah..
Denny: Hehe,,, loe soft selling ya berarti.
(Taksi sampai rumah)
Denny: Eh gue langsung balik ya, nanti kalau ada acara lagi ajak-ajak ye.
Gue: Iyeeeeee..

ps. buat Denny (gue tahu loe rutin baca blog gue, hehehe..) : Den, agama mah nggak ada
hard selling atau soft selling, adanya heart feeling. Dan inget kata-kata Rancho di film tadi, "lakukan apa yang menjadi kebahagianmu.." (sudah diterjemahkan dari bahasa India)

We can't guess

Kalau di dunia industri majalah yang merambah di mana-mana kayak lumut, sudah lumrah tuh kalau turnover karyawan tinggi. misalnya kita pas liputan, ketemu jurnalis lainnya. Anggaplah ketemu si A. (ini sering banget kejadian soalnya, dan mengusik pikiran saya)

B: Hai A, pa kabar..? Lo di majalah mana sekarang?
A: Hi, gue di majalah X. baru dua bulan.
B: Oh, pantes, kan dulu lo di majalah Y.
A: Iya, dan bulan depan gue masuk majalah Z.
B: &&*&*(%$%#$#???

Maklumlah, sekarang kalau ada tawaran lebih menarik pasti ya begitu. Ninggalin tempat yang lama, padahal kan bisa saja si A itu belum benar-benar memahami pekerjaan dan segalanya di kantor lama, tapi dengan enaknya pindah begitu saja dan melupakan momen2 bahagia di kantor lama. Begitu lihat majalah lain yang lebih hits dan sepertinya lebih makmur, langsung loncat kaya kutu. Tanpa alasan yang logis.

Namun bukan hanya dalam industri majalah aja, hampir semua aspek kehidupan seperti itu sekarang ini. Fiuhh.. Begitu sering
turnover dalam hidup, people come and go as easy as you get stomachache and do fart, tanpa alasan yang bisa dijelaskan (emangnya kamu bisa mengerti bagaimana proses kamu kentut?) He he.. And something changes easily. Masih dengan contoh yang sama, misalnya hari ini saya sakit perut dan tanda-tandanya besok saya nggak bisa masuk kerja. Eh tahunya besok sudah sehat dan bekerja. We can't guess life, huh?

"And I believe, we lost some, we'll gain more. No matter how sad we feel about that 'some'. No one can guess and explain. I'm not talking about God, it might be about 'Jodoh' itself. And when we find people that stay by our side with billions of reasons, it means they are who we trust."

Thursday, May 13, 2010

Eyelashes.. wanna try?

Again, this is highlight of three of my articles in Eve May :) Wanna see further..?.. buy then.. :p









Es-cape-ping




Yeayy.. It's like a-day- escaping from work, but it;s actually holiday :)

Pagi-pagi mempersiapkan movie screening 3 Idiots untuk hari minggu nanti, so hari ini gue, Imelda, Riny, Uci n Hadi nonton film itu dulu barengan.. That's such a good movie!

Siangnya, ada janji interview seorang sosialita dan businesswoman di Starbucks GI, dan setengah jam sebelumnya mendadak batal karena mau ganti narasumber :(

Sorenya, sempat nyobain es krim mochi di Mochilla. Lucu juga, mochi green tea dan peach mango isi es krim :p Karena sebiji aja harganya lumayan mahal, Rp.12.ooo, jadi makannya pelan-pelan n diemut. hahaha..

As dinner, gue dan Edwin menyantap sop asparagus plus ayam goreng mentega di Restoran Trio, di Menteng. Restonya jadoel banget. Pelayannya cowok semua dengan kemeja jadoel, lagunya pun lambat sekali iramanya. Rasanya tenaaang banget. Makanannya agak mahal sih, tapi puas karena enak banget.

High recommendation: Asparagus! (telur kepitingnya nggak peliiitt)

Buat The Buncits Family, kapan nih kita nyobain resto Trio? Jangan makan all you can eat terus, hihihi..

Wednesday, May 12, 2010

The timeless journey


"Friendship... is not something you learn in school. But if you haven't learned the meaning of friendship, you really haven't learned anything." ~Muhammad Ali

Pulau Pramuka, 1-2 Mei 2010

My special weekend was.. Snorkling with the Buncits and Blend Family!!
Sekedar informasi, kenapa dinamakan the Buncits? Itu adalah istilah sekawanan manusia (kalau bisa dbilang manusia) yang memiliki hobi dan kesenangan yang sama: makan dan bersenang-senang!

The Buncits memiliki seorang ketua yang juga secara otomatis menjadi icon karena wujudnya benar-benar mewakili para manusia itu. dialah Leo. Dengan perut membuncah, pipi tembam, usus panjang (muat mencerna banyak makanan) dan selera dan napsu makan tinggi! Ketuanya saja begitu, sudah tentu para pengikutnya memiliki ciri-ciri serupa walau dengan wujud berbeda. (Bhineka tunggal ika benar-benar semboyan yang pas buat the Buncits)

Oke, di atas hanya sekilas gambaran tentang the buncits. Intinya yang mau saya kupas di sini adalah perjalanan kami yang melelahkan dan me-mualkan dari Muara Angke ke pulau Pramuka dengan sebuah kapal feri dua tingkat (apa sih istilahnya, kapal yacht bukan?).

Ohya, sebelum beralih lebih jauh.. personil yang ikutan petualangan ini adalah: Faye, Edwin, Leo (si ketua), Benz, Ksanti, Yoshi, Liana, Harmoko, Talitha, Rini dan Adi (kenapa setelah nama Rini, ada Adi ya?)

Di dalam kapal, jangan harap bisa tiduran, telentang, atau berlari-larian. Bisa duduk leluasa saja sudah beruntung. Leo, sebagai ketua geng, bersikap seolah dia ketua awak kapal. Dia tiduran memakan tempat untuk tiga orang, sampai orang di sampingnya pada bingung mau duduk di mana, rasanya bantal di bawahnya besar sekali. :p. Kata Leo: daripada gue muntah, mending gue tidurrrr..



Setelah dua jam terombang-ambing di laut lepas, kami pun sampai di Pulau Pramuka. Eit, turun dari kapal, berfoto dulu donk.. :). Kami berjalan menyusuri pulau yang tak ada bedanya dengan perkampungan yang sedang dalam proses menuju kemajuan. Terlihat dari adanya warung internet yang disebut "SerbuNet" (warna logonya mirip facebook), lalu ada masakan padang, dan yang membuat kami senang: Wisma Dermaga tempat kami menginap. Cihuuuy, bisa tiduran barang semenit :p

Perut lapar tak mau kompromi, masakan padang menanti.

Menyantap ayam goreng dan rendang dengan rakusnya, dilanjutkan dengan pergi ke tempat penyewaan fin dan pelampung untuk snorkling. fin saya berwarna pink terang (dalam hati saya senang, kalau saya tenggelam bisa langsung keliahatan fin-nya). Kami semua sibuk memakai sun block di seluruh badan, dan saya pun menyesal kenapa mau snorkling mbok ya nggak pakai baju panjang. Malah pakai halterneck dan hotpants. Alhasil, karena ketakutan kami yang luar biasa pada UVA dan UVB, kami semua membanjiri sunblock! Lihat saja Yoshi, udah siap main ketoprak, di akira sunblock itu foundation kali ya!

Menuju pulau Semak Daun, untuk latihan menyelam. Naik kapal feri selama kurang lebih 15 menit. Mas-mas guidenya mengajarkan gimana caranya bernapas dengan snorkle, berjalan dengan fin dan mengambang dengan pelampung. Di pulau itu, lautnya dangkal sekali, cuma sebetis kira-kira, dan ikannya pun terbatas sekali yang bisa dilihat. (dalam hati, ah begini doang..). Ternyata, setelah itu, kami pergi lagi ke pulau Soft Coral, di mana snorkling sebenarnya telah menanti. Jeng-jeenggg...

Fin dipakai, snorkle dipasang, pelampung dipakai.. Byurr.. Waaaawww.. Kehidupan laut itu indah dan misterius sekali!! Walaupun kebanyakan warnanya hijau, tapi model-model karangnya bagus-bagus. Ada beberapa makhluk laut yang bisa dipegang tapi saya lupa namanya, terus karang besar yang kita dudukin, bisa menyedot kulit kita! Ohya, ada seekor binatang (atau tumbuhan) yang bentuknya seperti bintang laut, tapi lebih gemuk dan kalau dipencet, bisa melesek ke dalam. iih lutunaaa..! Terus ada anggur laut (bintil -bintil hijau, kalau dimakan, dalamnya seperti mengandung jelly)

Selama berjam-jam kami di laut dengan noraknya. Saya salut sekali dengan mas-mas guidenya yang sangat tanggap pada keadaan kami. Saya sempat melepas pelampung biar bisa berenang bebas, tapi saya mendapat masalah dengan snorkle saya:kemasukan air! Saya mulai panik karena setiap kali saya mau ke permukaan mengambil napas, yang ada air laut masuk ke mulut dan mata saya. Waduh. Si mas tiba-tiba muncul memberikan pelampung. Begitu juga dengan Talitha sewaktu kram kaki, tiba-tiba di mas muncul! Hebat!!

Setelah puas snorkling, kami pergi ke perikanan bandeng. Ternyata, bandeng itu kalau diberi makan, kalap dan saling berebutan dengan ribuan bandeng lainnya! Ternyata Bandeng itu rakus banget.

Lanjut ke rumah penyu. di dalamnya, ada berbagai kolam dengan ukuran penyu yang bervariasi. Ketika penyunya kita angkat, lalu difoto, dan kita kembalikan lagi ke air, si penyu akan diam tak bergerak. Kaki dan tangannya semua merapat seperti anak SD lagi dihukum. Nah, pas kita lagi ketawa-ketawa sambil megang penyu, seorang bapak pengurusnya masuk dan marah-marah..

"Jangan dipegang! Ini bukan tontonan! Ini serius..!"

Mendadak kami smeua diam tak bergerak dari posisi terakhir, hanya bisa manggut-manggut sambil bilang, "iya.. pak..". Edwin pucat. huahahahha.

Buset deh, galak beneeerrr..

Lalu.. jadwal selanjutnya: beristirahat di kamar. Cowok-cowok pada tidur dengan konser ngoroknya, dan cewek-cewek menggosip. Rini, adalah salah satu korban yang terkena gosip terdahsyat (fakta atau gosip ya?) dengan seorang lelaki yang juga ikut ke pulau. hehehe..

Malamnya sekitar jam sembilan malam, kami pergi ke restoran seafood dan makan banyak banget karena murah. Kami memesan bandeng lima ekor dengan harga 15ribu/ekor, dan cumi 1 kg. Leo, yang apresiasinya tinggi sekali terhadap makanan, tak segan menghampiri kokinya di dapur, mungkin mengecek apakah dimasak dengan benar dan yang pasti, pantang menyerah menawar harga yang sudah murah. :p

Dalam beberapa menit, makanan habisa tak tersisa. Yang ada, kami memesan cumi lagi sekilo. Dasar rakus kayak Bandeng,,

Malam itu kami tidur dengan nyenyak.. dan bagaimana cerita di hari kedua petualangan di pulau pramuka? to be continued ya.. :)

Wednesday, May 5, 2010

Mau ngapain dulu ya?

Kamis, 6 Mei 2010


Pagi-pagi sampai di kantor, dengan segala rencana di kepala mau ngapain aja hari ini, saya mempersiapkan mental supaya kerjaan hariini selesai semua dengan teratur dan rapi. Tapi mungkin karena saraf motorik saya terlalu ambisius atau malah sebaliknya, nggak bener, jadi rencana dalam otak saya berebutan untuk dilakukan duluan. (rasanya ada Ipin dan Upin dan Ipun atau Opin yang berteriak-teriak minta saya jabanin dulu).

Yang ada, semua saya kerjakan sekaligus (ini yang disebut multitasking of woman) dalam waktu yang bersamaan. Pertama-tama, saya mengambil koran dan tertarik untuk membaca berita mengenai Sri Mulyani yang diangkat jadi managing director Bank Dunia. Tak lama, komputer minta perhatian untuk saya nyalakan. Lalu, tumpukan press release di meja memanggil-manggil saya untuk dibaca. Eh, Upin di otak saya bilang "ayo bikin pita buat hiasan pesanan kue untuk besok!" Nah loh.. hasilnya ya begini. Tak usah dijelaskan lebih lanjut, foto di bawah bisa berbicara.







cheers,
fy

Monday, May 3, 2010

itu baru pengamen

Sore ini jam lima sore teng, saya lagi rindu pulang naik bis. Sengaja nggak telpon minta jemput, daripada diem di mobil berjam-jam, mending jalan kaki ke terminal. Barengan sama mas Guni yang memanggil diri sebagai perempuan binal itu dan mbak Nelly, kami tertawa-tawa menuju terminal blok M. Akhirnya di tengah jalan kami berpisah karena mereka menuju busway.

Di bis 45, dengan semangat 45 juga saya berdiri. Saya tidak bosan. Kenapa? Karena pengamen saat itu benar-benar bisa menggetarkan hati saya (dan juga oenumpang di sebelah saya). Menyanyi lagu pertama (lupa judulnya) membuat saya melirik, siapa gerangan yang menyanyi? Lagu kedua, ia membawakan lagu Jason Mraz-I'm Yours. Suaranya memang nggak sematang Mraz, tapi sudah cukup enak dan nada-nadanya pas. Wow.. 80% orang mungkin percaya dia itu Mraz KW 3.
Setelah selesai bernyanyi..

"Bapak ibu teman-teman sekalian, saya membawakan acara AM KM, Anda memesan, kami mengamen. jadi sekarang siapa yang mau request lagu saya? Coba yang di depan, mau request lagu kucing garong gak? Atau yang di belakangmau denger cucak rowo? Atau lagu daerah lain? Asal jangan daerah banjir aja.. Oh nggak ada ya malu-malu,kalo gitu saya nyanyi lagi lagunya Michael Buble.. Jrengg..." ~dan ia mulai bernyanyi dengan merdu yang nggak kalah dengan sebelumnya. Saya tertawa dengan penumpang di sebelah saya yang sama-sama bernasib nggak dapet tempat duduk. Saya yakin hatinya pun tersnetuh seperti saya dengan pengamen itu.

Lantas setelah selesai menyanyi..
"Sekian lagu dari saya kalau nggak ada yang mau request, dan maaf bila ada kesalahan.. Saya mulai mengitar dari depan ya, tenang aja nggak usah mikirin mau ngasih berapa ke saya.."
Lalu ia mengeluarkan kantong permen sebagai tempat uang dan mulai mengitar.. ke arah saya,, dan berputar lagi..

"Pelan-pelan, jangan buru-buru.." (kesannya smeua orang berebutan ngaish duit buat dia gitu. Termasuk saya)

Kali ini, saya nggak nyesel ngasih uang 1.300 perak untuk si pengamen itu. Ia bernyanyi bersungguh-sungguh dan mampu menyentuh hati penumpang dengan suaranya. Intinya dia jadi pengamen yang TOTAL, bukan cuma asal berkicau terus bete kalau nggak dikasih duit.